Efek Samping Makan Buncis Bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Makan Buncis Bagi Kesehatan Tubuh

Selain kaya akan manfaatnya, ternyata buncis adalah salah satu jenis makanan yang memiliki risiko bahaya paling sedikit, bakan di dunia kedokteran belum ditemukan dampak buruk yang diakibatkan dari mengkonsumsi buncis.

Namun jika dikonsumsi secara berlebihan beberapa efek berikut ini bisa saja terjadi, bagi Ibu hami muda dan bayi berusia 7,8,9 bulan hingga 1 tahun sebaiknya perhatikan takarannya;

1. Phytates
Buncis mengandung asam fitat yang dapat menyebabkan defisiensi nutrisi bila dikonsumsi berlebihan. Asam fitat mengikat dengan kalsium, seng, dan mineral penting lainnya dan tidak memungkinkan mereka untuk diserap oleh tubuh.

Meskipun kadar phytate dalam buncis relatif rendah, jika Anda menderita kondisi lain yang menyebabkan kekurangan mineral, penambahan asam fitat lebih mungkin bukan pilihan terbaik untuk Anda. Juga, memasak atau merendam biji secara signifikan mengurangi jumlah asam fitat, jadi hindari memakannya mentah jika Anda khawatir tentang tingkat phytate.

2. Lektin
Lektin adalah protein pengikat karbohidrat yang ditemukan dalam berbagai makanan, tetapi terkenal hadir dalam kacang. Buncis memiliki tingkat yang lebih rendah daripada yang lain, tetapi masih ada, dan terlalu banyak lektin dapat menyebabkan protein untuk mengikat sistem usus dan menyebabkan berbagai masalah pencernaan.

Mirip dengan asam fitat, memasak pada suhu tinggi atau perendaman berkepanjangan dalam air dapat mengurangi kandungan lektin pada kebanyakan makanan.

3. Alergi
Seperti halnya makanan, beberapa orang alergi terhadap buncis dan kacang polong lainnya, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang cara mengobati alergi pada makanan.
Kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara mengolah buncis yang benar?
Meski buncis memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, namun si kecil kadang menolak memakannya. Nah, untuk menyiasati hal ini bunda bisa mencampurkan nya ke dalam makanan yang disukai anak atau setidaknya makanan yang biasa dikonsumsi.

Semoga informasi diatas bermanfaat sekaligus dapat menambah wawasan kalian, khususnya untuk para ibu.

Loading...